Minggu, 07 Oktober 2012

STRATEGI



S T R A T E G I

 Pengertian dan Definisi Strategi

 Kata strategi berasal dari bahasa Yunani "strategia" yang diartikan sebagai "the art of the general" atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Dalam pengertian umum, strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau mecapai tujuan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideologi, politik, ekonomi,sosial-budaya dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  
Berikut ini adalah pengertian dan definisi strategi:

# KARL VON CLAUSEWITZ
Strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik

# A. HALIM
Strategi adalah suatu cara dimana organisasi / lembaga akan mencapai tujuannya, sesuai dengan peluang - peluang dan ancaman - ancaman lingkungan eksternal yang dihadapi, serta sumber daya dan kemampuan internal


# KAPLAN & NORTON
Strategi adalah seperangkat hipotesis dalam model hubungan cause dan effect, yaitu suatu hubungan yang dapat diekspresikan melalui kaitan antara pernyataan if-then.

# STEPHANIE K. MARRUS
Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, diserta penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai

# HAMEL & PRAHALAD (1995)
Strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus - menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggakn di masa depan

# SJAHFRIZAL
Strategi adalah cara untuk mencapai tujuan berdasarkan analisa terhadap faktor internal dan eksternal

# ANONIM
Strategi adalah keselarasan strategi dengan kebutuhan dan kemampuan dikaitkan dengan upaya penguatan kemampuan kepemimpinan (leadership), kewirausahaan (enterpreneurship) dan pengelolaan (managerialship)

# WEBSTER'S THIRD NEW INTERNATIONAL DICTIONARY
Strategi adalah ilmu dan seni tentang penggunaan kekuatan-kekuatan politik, ekonomi, psikologi, dan militer satu bangsa atau kelompok bangsa-bangsa yang memungkinkan dukungan maksimal kepada kebijakan yang telah ditetapkan, baik saat damai maupun saat perang

Istilah strategi sudah menjadi istilah yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan berbagai makna. Ada masyarakat yang mendefinisikan strategi sebagai suatu rencana, taktik, atau cara untuk mencapai apa yang diinginkan. Porter (1996) berpendapat bahwa esensi dari strategi adalah memilih untuk menyuguhkan hal yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh pesaing. Menurut Porter (1996), permasalahan yang muncul dalam persaingan pasar terjadi karena kesalahan dalam membedakan efektivitas operasional dengan strategi. Baik efektivitas operasional maupun strategi merupakan hal penting dalam menunjukkan pelaksanaan yang sangat baik namun memiliki cara kerja yang berbeda. Berbeda dengan strategi yang menunjukkan hal berbeda dengan apa yang diberikan oleh lawan, efektivitas operasional berarti menunjukkan hal yang lebih baik dibandingkan lawan.
Dalam artikel Michael E.Porter (1996) berjudul What is Strategy? dijabarkan bahwa strategi merupakan hal unik dan posisinya bernilai, melibatkan seperangkat kegiatan yang berbeda. Ketika kita telah memberikan atau menawarkan hal dengan cara yang berbeda dari apa yang kita lakukan, maka hal itu disebut strategi. Strategi juga dikatakan sebagai inti dari manajemen secara umum yang meliputi menjabarkan posisi perusahaan, membuat beberapa tarikan, dan menempa setiap kegiatan dengan tepat. Strategi juga diartikan sebagai pembuatan timbale balik dalam kompetisi, mengombinasikan aktivitas, serta menciptakan kesesuaian antar aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan.
Yang tidak disebut sebagai strategi adalah efektivitas operasional, keuntungan kompetitif, dan kebijakan.  Kebijakan dan strategi merupakan dua hal yang berbeda. Dalam pembuatan kebijakan diperlukan strategi yang tepat. Seperti yang telah dijabarkan sebelumnya bahwa dalam strategi diperlukan cara yang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh lawan. Sedangkan dalam kebijakan, yang diutamakan bukanlah perbedaan cara dalam mencapai kepentingan tetapi kebijakan seperti apa yang paling baik digunakan untuk mencapai kepentingan. Sehingga jelas bahwa strategi bukanlah kebijakan yang dibuat dengan baik.
Walaupun strategi dan taktik berbeda namun keduanya sangat berhubungan erat.“The two categories (strategy and tactics), although convenient for discussion, can never be truly divided into separate compartments because each not only influences but merges into the other” (Hart dalam Prince 1998 : 11). Taktik dan strategi menurut Hart meskipun merupakan hal yang sudah usang untuk dipelajari, sebenarnya keduanya tidaklah bisa sangat dibedakan karena keduanya saling mempengaruhi satu sama lain dan keduanya tidak dapat dipisahkan. “Strategy without tactics is the slowest route to victory. Tactics without strategy is the noise before defeat.” (Sun Tzu). Contoh yang paling mudah dari perbedaan taktik dan strategi adalah dalam hal negosiasi. Strategi dalam negosiasi ada macam-macam seperti win-win, win-lose, lose-win dan lose-lose. Hal itu yang menjadi pencapaian utama dari negosiasi. Sedangkan taktik dalam negosiasi seperti bluffing, konsesi, intimidasi dan sebagainya. Taktik inilah yang nantinya akan diaplikasikan dalam bernegosiasi dengan lawan. Dalam artikel Michael E. Porter, diberikan bermacam-macam contoh mengenai strategi perusahaan-perusahaan tingkat internasional. Contohnya perusahaan furnitur Ikea dari Swedia, perusahaan ini menggunakan strategic positioning. Dalam strategi ini Ikea merancang display furnitur seperti sebuah set ruangan, tidak seperti perusahaan furnitur lain yang merancang display produknya secara bersamaan. Taktik yang lainnya seperti bebas ongkos pengiriman dan gratis perakitan.
Taktik adalah bagian dari strategi, dengan strategi maka taktik dapat dirancang, jadi bisa dikatakan bahwa strategi merupakan pedoman dalam pembuatan taktik. Sehingga taktik adalah bentuk nyata dari strategi.
Jika kemudian muncul pertanyaan apakah strategi merupakan kebijakan jangka panjang, maka jawabannya adalah bukan. Seperti yang telah dijabarkan oleh Porter (1996), strategi merupakan satu komponen yang dibutuhkan dalam kebijakan. Selain itu, kebijakan lebih mengarah pada usaha mencari cara terbaik dalam menyelesaikan suatu masalah. Sedangkan strategi menggunakan cara yang berbeda, bukan cara terbaik. Strategi sendiri dapat berubah sewaktu-waktu tidak seperti kebijakan yang telah memiliki jangka waktu masa berlakunya.
Strategi dan Taktik merupakan dua hal yang berbeda jauh. Strategi dapat dikatakan sebagai rencana untuk jangka panjang, sedangkan taktik adalah rencana jangka pendek. Menurut Linda Reynolds (n.d) mengatakan bahwa Taktik adalah sesuatu yang dilakukan untuk mengimplementasikan strategi. J. B Wheeler dalam bukunya yang berjudul Art and Science of War , bahwa taktik merupakan seni dalam membuat rancangan dari suatu strategi. Gray memberikan penjelasan bahwa untuk menghancurkan lawan, maka taktik dalam bidang militer harus mencakup hal-hal berikut, yaitu manuver pasukan perang dengan musuh untuk mencapai keuntungan dalam berperang, aplikasi dan koordinasi dari penggunaan senjata, kesinambungan dari pasukan perang, eksploitasi dari kesuksesan, kombinasi antara pasukan dan senjata yang berbeda-beda, perkumpulan dan diseminasi dari informasi perang tersebut, dan aplikasi teknis dari perang kekuatan dengan taktik di dalamnya.
Ketika berbicara mengenai seberapa praktikalkah strategi, hal ini menjadi suatu kontroversi. Nyatanya tidak ada yang dapat memastikan hal tersebut, karena ini mengenai persepsi tiap manusia yang jelas berbeda. Dalam artikel Michael E. Porter banyak disebutkan macam-macam strategi dari berbagai perusahaan. Porter menekankan Positioning Strategic, dimana perusahaan harus tahu target pasarnya, dengan begitu akan mampu menentukan strategi.  Seperti yang dicontohkan oleh Michael E. Porter, tentang perbedaan target dari dua bank swasta, yaitu Citibank dan Bessemer Trust, keduanya memiliki pangsa pasar yang berbeda. Citibank untuk investasi minimum $250000 sedangkan Bessemer $5juta. Servis yang diberikan oleh masing-masing bank juga berbeda.
Ternyata strategi tersebut juga mempengaruhi kesuksesan masing-masing perusahaan pula. Ada yang sudah menyusun taktik dan strategi namun tidak mendapatkan keuntungan maksimum. Dapat diambil contoh dari artikel Porter, dalam kasus maskapai penerbangan Continental Lite. Maskapai ini dihadapkan pada situasi sulit dan dilemma. Ketika mereka mengganti strateginya, hasilnya juga kurang sesuai dengan harapan. Menurut Porter hal ini dikarenakan kesalahan dalam menganalisis Trade-off (Opportunity Costs). Maka dari itu seberapa praktikal strategi itu semua tergantung dari internal setiap organisasi. Namun kelompok kami menganggap bahwa strategi tetaplah penting, karena tanpa strategi maka segalanya akan mengalir tanpa arah dan tujuan, sedangkan setiap orang pasti memiliki ambisi berbeda. Oleh karena itu strategi tiap individu/organisasi juga berbeda.
 
Kesimpulan
Strategi merupakan hal yang penting, strategi mendukung tercapainya suatu tujuan. Strategi mengandung sesuatu yang unik dan berbeda dari lawan. Jika tidak mengandung hal-hal tersebut maka hal itu bukanlah strategi. Strategi berbeda dengan taktik tetapi tidak dapat dipisahkan. Taktik merupakan aplikasi dari strategi, tanpa strategi maka tidak akan ada taktik. Perbedaan kebutuhan dan tujuan tiap individu menyebabkan perbedaan strategi pula, maka strategi tergantung dari setiap individu. Tidak ada yang dapat memastikan seberapa efektifkah strategi itu untuk diterapkan.
Referensi :
Porter, Michael E,1996.What is Strategy?.Harvard Business Review, November-December. pp.61-78
Prince, Clay. 1998. Strategy and Tactics : A Primer

  Strategi dan taktik adalah dua kata yang berbeda tapi sering membingungkan kita, apakah strategi itu sama dengan taktik ? ataukah masing-masing mempunyai pengertian yang berbeda !!
Menurut kamus wikipedia, strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu.
Kata “strategi” sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu strategos yang artinya “komandan militer” pada zaman demokrasi  Athena.
Bagaimana dengan kata “taktik” ?  taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek.
Sementara kata “strategi” sendiri apabila digunakan pada bidang-bidang tertentu akan mempunyai arti yang lebih spesifik, misalkan dalam bidang organisasi perusahaan maka kata strategi dapat mempunyai arti penetapan sasaran dan tujuan jangka panjang suatu perusahaan dan alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu.
Kata strategi dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem perencanaan Pembangunan Nasional, mempunyai pengertian adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi.
Sedangkan menurut Fitri Lukiastuti Kurniawan dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Strategik dalam  Organisasi”  perbedaan istilah stratregi dan taktik adalah :
1.    Dari sudut pandang tingkat perilaku, strategi dikembangkan pada manajemen tingkat puncak dan berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam level puncak, sedangkan taktik dirumuskan pada tingkat manajemen yang lebih rendah.
2.    Berdasarkan tingkat keteraturannya, perumusan strategi  adalah berkesinambungan namun tidak teratur karena harus menyesuaikan dengan dinamika yang terjadi. Sementara. Taktik ditentukan atas dasar siklus periodik dengan jangka waktu relatif tetap, seperti hanya anggaraan tahunan.
3.    Atas dasar jumlaha alternatif kemungkinan, strategi mempunyai lebih banyak pilihan daripada taktik.
4.    Dari sisi rentang waktu, strategi lebih mengarah kepada jangka panjang, sedangkan taktik lebih mengacu pada hasil dalam jangka pendek.
5.    Mengingat bahwa taktik diterapkan pada tingkatan hirarki yang lebih rendah, maka taktik cenderung lebih rinci tergambar.
Nah . . itulah sedikit gambaran tentang strategi dan taktik

Perkataan strategi berasal dari kata Yunani, yang pada awalnya hanya dikenal di kalangan militer “the art of the general” atau seni seorang panglima, dan penggunaannya dalam peperangan. Antoine Henri Jomini (1779 – 1869) mengartikan strategi ”sebagai seni penyelenggaraan perang di atas peta dan meliputi seluruh kawasan operasi ”. Karl von Clausewitz (1780 – 1831) bahwa strategi adalah ”pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk kepentingan memenangkan perang”. Liddell Hart, pada abad ke – 20, merumuskan strategi adalah ”seni untuk mendistribusikan dan menggunakan sarana – sarana militer untuk mencapai tujuan – tujuan politik” (Hamuni, 2000). Selanjutnya, Beaufre (1996) mendefinisikan strategi sebagai seni menggunakan kekuatan demikian rupa sehingga kekuatan itu memberikan sumbangan yang paling efektif untuk mencapai tujuan yang ditentukan oleh kebijaksanaan, tetapi defenisi ini berlaku bagi seluruh seni perang.
Dalam perkembangannya, pengertian istilah strategi condong ke arah militer sehingga ada tiga pengertian strategi, yaitu :
1) Strategi militer yang sering disebut sebagai strategi murni yaitu penggunaan kekuatan militer untuk tujuan perang militer;
2) Strategi besar (grand strategy) yaitu suatu strategi yang mencakup strategi militer dan non militer sebagai usaha dalam pencapaian tujuan perang;
3) Strategi nasional yaitu strategi yang mencakup strategi besar dan diorientasikan pada upaya optimalisasi pelaksanaan pembangunan dan kesejahtraan bangsa.
Dewasa ini hampir di semua kalangan lazim menggunakan kata strategi, baik pada urusan ekonomi, budaya dan olahraga serta urusan lainnya.
Pada dasarnya strategi merupakan suatu kerangka rencana dan tindakan yang disusun dan ditetapkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya. Strategi merupakan seni dalam menggunakan dan mengembangkan kekuatan – kekuatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Strategi merupakan korelasi antara karsa, sarana, dan tujuan. Oleh karena strategi menjadi hal yang esensial dalam upaya mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu di sini masih diperlukan adanya wawasan strategi dan harus mengacu pada tiga hal :
1) Melihat jauh ke depan.
Keadaan yang ingin dicapai harus lebih baik. Oleh karena itu, kita harus mampu mendahului dan mengestimasi permasalahan yang akan timbul, mampu membuat desain yang tepat dan menggunakan teknologi masa depan.
2) Terpadu komprehensif integral
Strategi harus merupakan kajian dari konsep yang mencakup permasalahan yang memerlukan pemecahan secara utuh menyeluruh.
3) Memperhatikan dimensi ruang dan waktu
Mengapa harus menggunakan pendekatan ruang dan waktu ? pendekatan ruang dilakukan karena strategi akan berhasil bila didukung oleh lingkungan sosial budaya di mana strategi dan manajemen tersebut dioperasionalkan. Sedangkan pendekatan waktu sangat fluktuatif terhadap perubahan dan ketidakpastian kondisi yang berkembang sehingga strategi dapat bersifat temporer dan kontemporer.






0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls